Blog Mitra

arrowRight

Inspirasi

imageBlog

7 Faktor Kegagalan Usaha, Ketahui untuk Cegah Rugi!

17 Nov 2022

Menjalankan sebuah bisnis atau usaha tidak selalu berjalan mulus. Tak jarang, seorang pengusaha dihadapkan dengan kegagalan. Dalam hal ini, seorang pengusaha harus selalu siap dalam menghadapi jatuh bangun bisnisnya.

Terkadang, banyak orang yang mengaitkan sebuah kegagalan dengan pepatah “Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda”. Sayangnya, seorang pengusaha tidak boleh terpaku pada pepatah ini karena hal tersebut tidak selalu berlaku dan relevan dalam segala situasi.

Dalam dunia bisnis, sebuah kegagalan usaha tidak dapat disepelekan dan harus menjadi alarm tanda bahaya bagi seorang pengusaha. Kegagalan yang terjadi pada usaha secara terus menerus tidak akan menuntun menuju kesuksesan, namun malah membawa bisnis ke jurang kehancuran atau kemungkinan terburuknya bangkrut.

Oleh karena itu, ketika dihadapkan dengan kegagalan, seorang pengusaha harus segera melakukan evaluasi untuk mengidentifikasi faktor yang menyebabkan kegagalan usaha. Mengidentifikasi faktor kegagalan usaha tidak hanya dibutuhkan untuk sekadar mengetahui akar permasalahan dan mengatasinya, melainkan juga untuk dijadikan pelajaran agar tidak terulang di kemudian hari.

Baca Juga: Cara Halus Menagih Hutang, Nggak Perlu Segan!

Faktor-Faktor Penyebab Kegagalan Usaha dan Bisnis

Ilustrasi Proses Mengidentifikasi Faktor Kegagalan Usaha

Selain dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kegagalan, faktor kegagalan usaha juga harus diketahui bagi calon pengusaha yang ingin mulai merintis usaha agar dapat mengantisipasi kegagalan pada saat mulai menjalankan sebuah usaha.

Berikut adalah faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab kegagalan suatu usaha dan bisnis.

1. Riset Pasar yang Kurang Mendalam

Pada dasarnya, ketika membangun sebuah usaha, kamu harus mengikuti kebutuhan dan keinginan pasar atau calon pelangganmu. Oleh karena itu, tahap utama ketika membangun sebuah usaha adalah melakukan penelitian atau riset pasar. Riset pasar berguna untuk mengetahui kebutuhan pasar terhadap suatu produk atau layanan.

Riset pasar harus dilakukan secara mendalam hingga ke akar-akarnya agar seorang pengusaha mendapatkan data yang spesifik sebagai referensi untuk mengetahui posisi pasar, karakteristik target audiens, hingga preferensi calon konsumen terhadap suatu produk.

Apabila riset yang dilakukan kurang spesifik, maka kamu tidak akan memperoleh data yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan bisnismu.

Selain itu, melakukan pemantauan atau monitoring terhadap perusahaan kompetitor juga merupakan hal yang wajib ketika melakukan riset pasar untuk membandingkan performa bisnismu di kalangan target pasar.

2. Tidak Ada Rencana Bisnis yang Jelas

Sebelum membangun sebuah usaha, seorang calon pengusaha harus merencanakan sebuah bisnis dengan matang. Hal ini biasanya tertuang dalam perencanaan bisnis atau business plan yang mencakup gambaran mengenai suatu bisnis dan segala hal mengenai tujuan yang ingin diraih dalam bisnis.

Perencanaan bisnis inilah yang nantinya dapat menjadi indikator keberhasilan dan kegagalan dari usaha yang kamu jalankan. Ibarat sebuah kapal tanpa nahkoda dan berujung terombang-ambing di lautan, sebuah bisnis yang berjalan tanpa perencanaan yang matang dan jelas sama saja dengan tidak memiliki pondasi untuk mencapai arah dan tujuan bisnis.

Baca Juga: Auto Dilirik Calon Investor, Ini Contoh PPT Business Plan yang Menarik dan Strukturnya!

3. Kurangnya Kemampuan Manajerial dan Manajemen

Kurangnya kemampuan para pelaku usaha dalam memanajemen bisnis dapat menghambat produktivitas perkembangan bisnis.

Minimnya kemampuan pengelolaan dan pengorganisasian bisnis, serat manajemen aset, waktu, dan struktur keorganisasian usaha membuat perkembangan bisnismu berjalan kurang optimal.

4. Pengelolaan Keuangan yang Buruk

Faktor kegagalan usaha berikutnya datang dari pengelolaan keuangan yang buruk. Tanda-tanda pengelolaan keuangan yang buruk diawali dengan kehabisan uang atau kas dari bisnismu akibat tidak memperhatikan pengeluaran bisnis secara rinci.

Ketika mengelola sebuah usaha, kamu wajib memahami biaya tetap dan variabel yang perlu dikeluarkan dan memperhitungkannya saat kamu menyusun business plan.

Kemampuan mengelola arus kas dan keuangan harus menjadi prioritas utama bagi pemilik usaha. Apabila arus kas tidak seimbang, maka kamu akan mengalami risiko finansial yang sulit dihindari.

Baca Juga: Cara Menghitung Laba Bersih dan Kotor, Pebisnis Wajib Tahu!

5. Mempekerjakan Sumber Daya Manusia yang Kurang Tepat

Merekrut, mempekerjakan, hingga mempertahankan staf merupakan tahap krusial yang bisa menjadi salah satu faktor kegagalan usaha apabila kinerja, sikap, dan nilai yang dianut oleh staf tersebut kurang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan bisnis.

Alangkah baiknya bila kamu mempertahankan staf yang memiliki keahlian dan nilai yang selaras dengan kebutuhan bisnismu agar dapat saling melengkapi dan berkembang.

Selain itu, kamu juga bisa memberikan pelatihan secara berkala kepada para staf untuk meningkatkan kemampuan atau skill yang mereka miliki agar para staf dapat meningkatkan kinerja mereka dan memberikan kontribusi lebih terhadap usahamu.

6. Kurangnya Networking

Minimnya membangun relasi atau networking dapat menjadi faktor kegagalan selanjutnya bagi usahamu. Dengan membangun jalinan kerja sama, kamu dapat mempromosikan dan memasarkan produk atau jasa yang ditawarkan bisnismu.

Pilihlah rekan bisnis yang memiliki visi, misi, dan tujuan yang sejalan dengan bisnismu agar hubungan kerja sama yang terjalin dapat berlangsung untuk waktu yang lama.

7. Gagal Beradaptasi

Faktor kegagalan usaha selanjutnya adalah ketidaksiapan dalam menerima perubahan dan ketidakmampuan beradaptasi. Perubahan tren, industri, hingga kondisi perekonomian yang dinamis terkadang membuat pelaku usaha kesulitan untuk beradaptasi.

Selain itu, ketidakpedulian pada perkembangan teknologi juga merupakan bentuk kegagalan dalam beradaptasi di era masa kini. Dengan mengabaikan kehadiran teknologi dan perkembangan pemasaran digital, maka sama saja dengan membiarkan bisnismu berada dalam keterbelakangan.

Agar bisnismu mampu bersaing di pangsa pasar, kamu harus mampu mengoptimalkan pemanfaatan digital marketing. Apa pun jenis usaha atau bisnis yang kamu jalankan, visibilitas bisnis secara online sangatlah penting untuk dioptimasi.

Baca Juga: Ketahui Cara Memulai Bisnis Sembako Grosir dengan Mudah!

Itulah faktor penyebab kegagalan usaha yang contoh nyatanya mungkin sudah pernah kamu lihat atau alami.

Namun, jangan khawatir karena kamu bisa mengantisipasi dan mengatasi kegagalan tersebut dengan cara mengidentifikasi faktor penyebab kegagalan usaha, serta tetap berpikir positif, mencari peluang, mau mengakui kesalahan, dan menerima kegagalan.

Layaknya pepatah “Sedia payung sebelum hujan”, kamu perlu mempersiapkan dan memperbaiki faktor-faktor pemicu kegagalan usaha.

Dengan mengetahui apa saja faktor kegagalan usaha yang mungkin terjadi, kamu dapat menyusun dan menerapkan suatu rencana usaha terlebih dahulu, seperti mengenali hal yang berpotensi menghambat jalannya bisnismu. Dengan demikian, saat dihadapkan dengan tantangan tersebut, kamu telah memiliki strategi dan solusi yang telah kamu persiapkan dari jauh hari.

Yuk, mulai usahamu dengan Mitra Tokopedia. Dengan menjadi agen Mitra Tokopedia, kamu akan mendapatkan banyak keuntungan, seperti menikmati potongan langsung, promo cashback, hingga harga termurah untuk isi pulsa, listrik, dan produk digital lainnya, serta belanja kebutuhan warung dengan harga murah untuk dijual kembali.

Download aplikasi Mitra Tokopedia sekarang. Warungmu dijamin selalu untung!

Penulis: Sarah Nabilla

mitra-icon

Download aplikasinya sekarang

google-play

Ikuti Mitra Tokopedia

Facebook

Facebook

Instagram

Instagram

© 2009 - 2022, PT Tokopedia